Bagaimana cara menentukan gaya belajar anak yang berusia 18 bulan? Mungkin melalui  game level 4 ini saya bisa menemukan dan menentukan dominasi gaya bepajar anak saya sehingga nantinya memudahkan orang tua untuk bermain sambil belajar bersamanya.

Sejauh ini saya masih melihat sebatas gerak motorik yang mengiringi keseharinnya, dan yang lebih menonjol saat ini ialah gerak motorik kasar. Afif menyukai cara bermain yang melibatkan banyak gerakan dan keaktifan. Ia memiliki beberapa permainan yang edutoys yang sifatnya melatih konsentrasi dan motorik halus, tapi di antara permainan tersebut, ia lebih memilih stacking rockets yang berukuran lebih besar dari yang lainnya.

Selain dari pilihan macam mainan, Afif lebih senang belari-lari, manjat-manjat, buka tutup lemari, membongkar susunan barang-barang dan susah diingatkan ketika melakukan permainan ekstrim. Anak ini memiliki kemauan keras dan ketika tidak mendengarkan nasehat atau peringatan, maka yang membuatnya jera adalah akibat dari kelakuannya sendiri. Misalnya jatuh ketika berlari-lari, terpeleset saat sengaja menginjak mainan, kejeblos kaki saat manjat kardus dan lainnya.

Hal-hal di atas untuk sementara sudah menggambarkan sebagian cara belajar Afif yang cenderung kinestetik, meskipun unsur cara belajar melalui audio dan visual itu pasti ada. Dengan demikian saya pun selaku orang tua tentunya mesti memperbanyak pengetahuan dan informasi tentang permainan yang dapat mendukung optimalisasi perkembangan, daya pikir dan kecerdasannya.

Dunianya saat ini adalah bermain, dan permainan yang justru paling ia senang dari pada mainan yang tersedia sesuai umurnya adalah barang-barang yang real, sering digunakan orang tua dan menirukan apa-apa yang dilakukan oleh figur lekatnya seperti menyapu, mengepel, bahkan keinginan keras untuk mengaduk masakan di dalam wajan.

#harike1
#Tantangan10hari
#Game Level4
#Gayabelajaranak
#KuliahBundsayIIP
Like