Batam hujan beberapa hari, walaupun tidak deras tapi terus-menerus, dan batam jarang sekali punya suhu sedingin ini.

Biasanya kalau udara dingin begini bikin mager dan maunya tidur aja yah, tapi nampaknya hal tersebut sangat tidak berlaku bagi si bocil Afif. Mandi pagi pakai air hangat, makan, main, mimik, dan biasanya tidur. Tapi hari ini tidak, sehingga orang tuanya harus pura-pura tidur dulu agar ia juga ikut tidur dan itu membutuhkan waktu yang cukup untuk membuatnya tidur.

Beberapa jam kemudian baru lah ia tidur. Ah, selamat, dan saya langsung mengejar PR masak di dapur. Kebetulan suami sedang libur kerja dan membantu saya memasak. Asyik dong sambil ngobrol. Namun belum sampai 1 jam.. “Duar!” Suara pintu kamar yang dihantam ke dinding. Lalu muncullah seorang anak kecil yang ngacir ke dapur. Ya ampun ini bayi anti banget kalau ditinggal seneng-seneng, pokoknya emak-bapaknya ga boleh sibuk bedua aja, dia harus ikut. Ok lah nak, dan saya langsung menyambut serta menggendongnya.

Setelah sadar dengan dapur yang penuh sayuran, ada talenan, wortel, tempe, bawang dan berbagai bahan masakan di lantai, ia langsung minta turunin dari gendongan dan segera ingin turun tangan. Ya, kalau sudah begini akan sulit sekali melarangnya. Sehingga kami biarkan ia bekerja dan menuruti hasrat ingin bermain yang belum tuntas tadi.

Ketika Afif sedang bekerja ala caranya, kulkas wajib dibuka agar ia mudah memasukkan dan menyusun barang-barang yang dibongkar dan melakukan apapun yang bisa ia tiru dari hasil pengamatan terhadap kegiatan yang dilakukan oleh orang tuanya selama di dapur. Anak-anak benar-benar para peniru ulung.

#tantanganHariKe9
#kuliahBunSayIIP3
#gameLevel3
#kamiBisa

Like