Hari ini saya senang sekali karena untuk beberapa instruksi yang saya berikan, Afif bisa menurutinya dengan mudah. Jika biasanya harus beberapa kali diingatkan akan hal yang terkait dengan latihan kemandiriannya, dan terkadang ia seolah tidak dengar, maka tidak pada hari ini. Afif lebih mudah menuruti nasehat ibunya.

Setelah beberapa kali saya perhatikan, pelan-pelan saya bisa mendeteksi, bagaimana cara berbicara dan intonasi seperti apa yang ia senangi. Afif lebih mudah menuruti ketika saya berbicara dengan lembut dan dari hati. Namun jika saya sedang emosi, meskipun dengan intonasi yang lembut, ia bisa merasakan dan berujung malas menuruti. Dengan demikian saya rasa sudah tepat masanya untuk menerapkan komunikasi produktif kepada Afif.

“Duduk sayang mamamnya.” Ia pun langsung duduk.

“Luruskan kakinya nak.” Yang tadinya selalu dilipat ketika duduk, sekarang pelan-pelan diluruskan sendiri meskipun masih saya ingatkan selalu.

“Sabar sayang, tunggu  ya, mamamnya masih panas.” Maka seketika ia akan bergumam “fuu haaa fuu haaa” seperti orang kepedasan atau memegang makanan panas.

Masyaallah.

Oh ya. Hari ini bunda lagi-lagi berekserimen membuat cake pisang, meskipun masih jauh dari bentuk yang semestinya, tapi cukuplah untuk pemula.. hehe. Dan lagi-lagi Afif suka. Tak sabar ia menunggu bunda mengambil kue kemudian menuntunnya ke ruang tengah. Tanpa dikomando Afif duduk manis dan makan kuenya.

Setelah selesai makan-makan, bunda berencana ke dapur untuk membereskan sisa tepung dan peralatan kue, namun ternyata gerakan Afif jauh lebih cepat dan ia berhasil menggapai mangkok berisi tepung di atas meja dan ditumpahkan ke lantai.

Ya sudahlah.. selamat bereksplorasi, Cinta Kecil bunda.

#Harike10
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Like