Saya ingin menceritakan sedikit cuplikan dari cerita satu hari ini. Mulai dari pagi kami sudah pergi bersama ke Mesjid Raya untuk mengikuti kegiatan mingguan, yaitu tahsin Al-qur’an yang di adakan oleh salah satu Rumbel IIP Batam.

Selama saya belajar dari pukul 08.00 sampai 10.00, suami akan membawa anak saya untuk mencari kegiatan lainnya dan pilihan kegiatan mereka pagi ini adalah sarapan ke Morning Bakery di Green land, Batam center. Tidak jauh dari mesjid. Selesai dari kesibukan masing-masing, Afif dan papahnya kembali ke mesjid, dan kami pulang ke rumah bersama. Sepanjang jalan saya penasaran dengaj bagaimana cerita Afif saat mereka sarapan bersama.

Suamiku pun bercerita.

“Awalnya kan biasa tuh lari sana sini. Papa temenin aj sih mumpung nungguin pesenan datang. Terus pas pesenan datang papa dudukin di highchair, trus makan deh.”

“Terus terus?”

Yaudah, selesai ya pulang.”

“What?” hehe.. gak lah, ga sesederhana itu kejadiannya.

Jadi, suamiku yang sedang ingin makan mie lendir meminta satu piring lagi untuk memisahkan telur rebus dan roti yang sudah dibeli di lantai bawah. Piring berisi telur rebus dan roti tersebut cukup ampuh membuat Afif sementara anteng dan makan dengan tenang.

Akhirnya dalam waktu yang harus dipersingkat, suamiku berhasil makan dengan cepat karena Afif tidak akan bertahan lama dengan situasi tersebut, dan benar saja. Meskipun sudah memakan separuh telur dan sebagian lagi dihancurkan pakai tangan, ia mulai mengambil sendok papahnya, memukul-mukulkan ke piring hingga menimbulkan suara berisik dan memancing perhatian beberapa orang yang Alhamdulillah tertawa menanggapinya.

Khawatir mengganggu kenyamanan pengunjung lain, sendok itu diambil yang akhirnya berujung Afif menaikkan kaki ke kursi highchair untuk berancang melompat keluar dari bangku tersebut. Akhirnya mereka pulang dengan perut yang masing-masing kenyang. Oh ya, cerita papahnya, di awal makan Afif menggunakan tangan kiri (tanpa sendok), lalu setelah ditegur ia menggantinya dengan tangan kanan, seolah sudah paham sekali perkataan ayahnya. Begitu pula saat minum. Botol minum yang tersedia di samping piring makannya tidak dibuang setelag minum. Entah ini kebetulan atau memang sudah mandiri? Mari kita lihat perkembangannya, hari ke hari.

*Sayangnya gak sempat foto.

#Harike3
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Like