Sejak pagi tadi hujan deras, hingga ada beberapa titik banjir di Batam. Masyaallah ya, seharian hujan mendung yang otomatis bikin mager. Namun Alhamdulillah kemarin sudah belanja dan stok masih aman di kulkas, jadi gak perlu susah keluar rumah lagi untuk membeli bahan makanan, atau bahkan beli makanan yang siap untuk dimakan. hehe..

Hari ini pula sang suami agak santai, bisa menemani si kecil di pagi hari dan yang lebih penting lagi, hari ini project pindah blog bisa kelar berkat bantuan sang suami. Namun apakah itu berarti semua berjalan lancar tanpa tantangan? Oh no… Si kecil yang aktif tidak tinggal diam melihat papah dan bundanya bolak balik cek handphone dan laptop. Jadi kami harus saling bergantian meladeninya bermain,naik turun kursi, loncat ke kasur , manjat kardus, manjat punggung, dan aksi extreme lainnya sebagai bayi.

“Bun, cemilan dong, gorengan gitu. upahnya nih..!”

“Ga jadi bubur jagung?  Yaudah pilih salah satu ya, jagung, kolak pisang atau goreng bakwan?”

“Bakwan dulu deh, biar cepet.” Biasanya kalo sudah begini pasti ada request susulan.

Segera ke dapur meracik cemilan dibantu oleh bocil (baca : diganggu). Afif sangat kepo ketika bunda mulai menggoreng dan sangat ingin memegang spatula untuk melakukan apa yang ibunya lakukan. Tentunya situasi semacam ini memaksaku untuk memanggil suami untuk sekedar menggendong Afif, agar dia dapat melihat proses memasak dengan jarak yang lebih aman karena dalam gendongan papahnya.

“Ini kapan kelarnya ngerjain blog kalo begini?”

“Terus gimana dong?” Tanduk kecil hampir keluar sebenarnya, namun mengingat hari ini ia telah banyak berkorban, maka intonasi pun belakangan lebih sering terkontrol dan perlahan membaik.

“Ya gapapa, yang penting tambah cemilan pisang goreng juga. Jadi bakwan sama pisang goreng.”

“Ok, satuannya 2000 ya pak”

“Nggeh..”

#Hari13
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunsayIIP

Like