“Adaa… Daaa… Aaadaa!”
Itu suara penuh cinta yang keluar dari mulut kecil bayiku, yang mulai setiap pagi memanggil bunda. Rasanya bahagia sekali mendapati anakku yang sudah mulai belajar berkata-kata meskipun masih menggunakan bahasa kebangsaannya. Seperti biasa, dia akan mencariku di dapur untuk melihat apa yang aku lakukan dan apa yang sedang di masak, sekaligus ingin ikut melakukan hal yang sama. 
“Papa…! Bantuin dong, ini bayi mau masak juga nih gimana?” Teriakku pada sang suami yang masih ingin tidur.
“Doooh, bunda! Masih ngantuk nih, papah baru tidur habis subuh…!”
“Terus ini gimana, mau sarapan ga? Sebentaaar aja, habis sarapan boleh deh tidur lagi”
“Beneran loh yaa! Awas kalo bunda tepu-tepu.”
“Iyaaa.” Padahal rencananya emang mau tepu-tepu sih.
Memang dalam minggu ini suamiku selalu begadang sampai subuh untuk target pekerjaan, namun apa daya, memang setiap pagi aku selalu membutuhkan bantuannya untuk menghandle Afif. Apalagi hari ini aku “kesamber” (Kenalan Sehari Semember) pada WAG Matrikulasi IIP Batam, sementara aku belom mempersiapkannya dengan matang, mau tidak mau aku harus tepu-tepu suami dulu agar bisa handle Afif sampai jam tidurnya.
Sebenarnya bisa saja suamiku menolak untuk menolong dan menahan kantuk beratnya, akan tetapi karena aku berusaha memintanya dengan cara selembut mungkin dan dengan sedikit harapan palsu , ia tetap berkorban untuk kami. Terimakasih suamiku…


#Hari6
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunsayIIP
Like