Listrik di Batam mulai main-main lagi. Hari ini 2 kali mati lampu, pagi jelang siang kemudian Magrib sampai Isya. Tidak banyak hal yang kami lakukan, tidak juga keluar mencari ruang adem  di mall atau tempat lainnya. Kali ini kami bertahan panas-panasan mandi keringat di dalam rumah. Momen mati lampu ini kami manfaatkan untuk ngobrol santai sambil kipasan, membuka jendela (tapi di luar banyak nyamuk, akhirnya ditutup lagi) dan membiarkan si kecil bermain dan berlari kesana-kemari. Obrolan kami berlanjut hingga si kecil terlelap, lampu kembali menyala dan sepiring pisang goreng hangat datang menemani.

 Ada hal menarik hari ini. Ada tema unik yang sebenarnya (agak mengganjal dan janggal), alkisah ada seseorang, sebut saja kisanak. Kisanak ini berkoar-koar bahwasanya dia memiliki prestasi. Semua tersentuh dan terkesima dengan cerita tersebut. Namun di balik kisah itu adapula ceritera yang menyebutkan akan kekurangan dan kesalahan yang dinilai cukup “berkebalikan” dengan apa yang diceritakan kisanak.
”Mas, menurutmu seseorang yang mampu berperilaku demikian, apa yang ada dalam pikirannya?” Aku bertanya.
“Setau mamas nih, Dek ya.. seseorang itu memiliki ‘titik buta’ atau sisi dirinya yang dia sendiri ga bisa menyadari itu, namanya ‘Blind Spot’. Hanya orang lain yang mampu melihat dan menilainya”
“Ooh jadi karena hal itu pula lah ya makanya kita sangat membutuhkan orang lain untuk mengingatkan dan menyadarkan kita. Terutama orang terdekat dan yang tulus sama kita”
“Naah, pinter..! karena itu pula mamas hadir dan harus bersabar untuk mendampingi adek yang sukanya marah-marah kayak emak-emak”
Suamiku memang sang perusak romantisme.

#Hari3
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunsayIIP

Like